KAB. BANDUNG BARAT, – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Bandung Barat (KBB) berharap agar pembangunan flyover juga diterapkan di Simpang Cimareme, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat.
Asep menilai, selain di Simpang Padalarang, kemacetan juga kerap terjadi di tempat tersebut.
Tak hanya itu, Asep juga meminta Pemkab Bandung Barat perhatikan imbas dari pembangunan Flyover Simpang Padalarang bagi anggotanya.
“Yang pertama kami mengapresiasi Pemkab Bandung maupun swasta yang telah melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan flyover simpang padalang,” ujar Asep saat ditemui PenaKu.ID Rabu, (3/3/2021).
Lanjutnya, Asep kembali menegaskan bahwa flyover Cimareme patut dipertimbangkan untuk masuk dalam daftar rencana Pemkab.
“Tetapi di Cimareme itu juga yang utama, makanya saya berharap kepada pemerintah maupun swasta yang kaitanya dengan CSR manakala masih ada anggaran tolong dari Cimareme itu dibangun juga,” harapnya.
Menurutnya, dengan adanya pembangunan flyover di Simpang Padalarang itu ada sisi positif maupun negatifnya.
“Sisi negatifnya pun jelas, karena di Padalarang ini adalah jalur angkutan.Baik itu angkutan orang maupun barang,” ujarnya.
Khusus untuk angkutan kota (angkot) yang berada di jalur Padalarang. Lanjutnya, faktor kemacetan akan sangat berdampak pada penghasilannya.
“Kita belum bisa memprediksi sejauh mana tingkat kemacetan nanti,” ucapnya.
Dia menilai saat pandemi Covid-19 factor tidak adanya anak yang berangkat sekolah sudah mengurangi penghasilan bagi para supir angkutan kota hingga mencapai sekitar 40 persen.
“Apalagi nanti, setelah pembangunan flyover kemungkinan ada juga yang gulung tikar pengusaha angkutan kota khusus di KBB,” terangnya.
Meskipun, rencananya akan ada pelebaran jalan 2 meter dan rekayasa jalan. Namun menurutnya, kemacetan itu tetap akan terjadi.
” Makanya kami memohon kepada pemerintah maupun pengusaha tologa perhatikan anggota kami yang akan terkena imbas kemacetan ini,” tandasnya.
(PenaKu.ID)











Komentar