oleh

Relawan Indonesia Maju, Diminta Warga Jangan Abai Tetap Pakai Prokes

BANDUNG, – Relawan Indonesia Maju, yang merupakan masyarakat peduli terhadap kondisi di sejumlah wilayah Indonesia saat ini. Yakni, masih berjalannya pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berahirnya. Untuk tidak tejadi seperti di India, Relawan Indonesia Maju, meminta kepada masyarakat jangan abai dan tetap menggunakan protokol kesehatan (Prokes).

“Dengan menggunakan 5 M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas termasuk interaksi dengan sejumlah orang,” ujar Ketua umum Relawan Indonesia Maju, Romel Simamora kepada FormasNews.com ketika di temui dikantornya, di Bandung, Sabtu (8/4/2021).

Dikatakan Romel, Indonesia saat ini sedang dalam fase, masih terjadinya pandemi Covid-19 yang belum keliatan kapan berakhirnya. Dalam vase sekarang, kini Virus sudah bermutasi dan semakin ganas. “Untuk itu, kepada sejumlah masyarakat jangan kendor untuk tetap kemanapun pergi memakai  Prokes. Semua itu, sangat penting dilakukan karena secara kolektif berada dalam situasi yang masih bahaya,” katanya.

Baca Juga  Anggota Polsek Pacet Polresta Bandung Atur Arus Lalulintas

Kondisi itu, sebagaimana yang muncul dalam berita dan pengumuman dari Satgas Covid-19. Apa yang menjadi saran dan himbauwan dari Ketua Satgas Covid-19, sedianya masyarakat tetap untuk memakai prokes agar bisa menekan angka pandemi Covid-19 di Indonesia. “Negara telah berusaha keras mengatasi pandemic Covid-19, dengan mengeluarkan stimulus Trilyunan Rupiah. Seperti, pengadaan Vaksin Covid-19, penyediaan kapasitas rumah sakit penderita Covid,” tambah Romel.

Lebih lanjut Romel menyatakan, alangkah tidak bertanggung jawab bila seorang warga negara Indonesia jika hanya memikirkan dan memaksakan keinginan sesaat untuk mudik dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Kondisi itu, sangat berpotensi terjadinya penularan dan itu akan menjadi masif.

Baca Juga  Peduli Covid-19, PAC Partai PDI Perjuangan Cijati Gelar Bakti Sosial

Indonesia, jangan seperti di India. Kondisi India harus menjadi contoh yang sangat relevan. Beberapa waktu yang lalu penduduk India berkerumun yang berkaitan dengan acara keagamaan, akibatnya jumlah kasus Covid-19 meroket naik dengan kasus setiap hariannya mencapai 400.000 dan kasus kematian setiap hari mencapai lebih dari 4.000. Dengan jumlah kasus yang begitu banyak, Rumah sakit lumpuh kekurangan kapasitas, tempat kremasi juga lumpuh overloaded, tempat kremasi terpaksa dilakukan di tempat terbuka, nakes juga sangat terbatas.

Baca Juga  Groundbreaking Pembangunan Gedung Kejati Jabar Ridwan Kamil ikut mendesain gedung tersebut

“Untuk itu, Relawan Indonesia mengajak masyarakat untuk bisa menahan diri dan tidak mudik, tidak berbelanja di mall – belanja online saja. Karena, di hari raya Idul Fitri, tidak selalu memakai baju dan sepatu baru,” tuturnya.

Dalam hal ini, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk sejenak merenung bahaya dari Covid-19 ini. “Maka itu, untuk menekan angka pandemi Covid-19 di Indonesia meminta untuk berperan aktif memberika pemahaman kepada rekan –rekan kita dengan cara menahan diri tidak mudik dan tidak belanja lebaran di mall dan juga membatasi untuk berbuka puasa bersama di restoran atau dimana saja,” tegas Romel. (P.Joni Manalu/Yat/FORMASNEWS.COM)

 

Komentar

News Feed