oleh

Pemuda Ansor, Banser dan Kyai Muda Jabar Siap Siaga Penanganan Bencana

 Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat menggelar apel virtual kesiapsiagaan bencana yang diikuti oleh 5000-an peserta dari unsur Pengurus Ansor, Banser dan Kyai muda Rijalul Ansor Jawa Barat, Selasa (08/02/2021).
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang juga Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dhofiri. Keduanya turut memberikan sambutan pengarahan kepada peserta apel.
Dalam sambutannya, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dhofiri menyambut baik pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan bencana Banser Jabar. Penanganan bencana menjadi tugas bersama semua elemen masyarakat.
“Semoga dengan dilaksanakannya apel ini akan terwujud visi dan misi yang sama sehingga bisa diimplementasikan oleh seluruh anggota kader Banser se Jawa Barat,”kata Kapolda Irjen Ahmad Dhofiri.
Sebagaimana wataknya yang telah digariskan, lanjut Kapolda, dengan semangat kepemudaan, kerakyatan, keislaman, dan kebangsan Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat diharapkan bisa terus eksis, memiliki keteladanan, kejuangan, kepeloporan dan jiwa penolong dalam menegakkan ajaran Islam.
“Dalam konteks kekinian, kiprah Banser semakin nyata dibutuhkan dalam menghadapi pandemi covid 19 yang melanda bangsa Indonesia dan juga berbagai bencana khususnya di Jawa Barat”, harap lulusan terbaik Akpol 1989 ini.
Dirinya berharap akan terus terbangun kerjasama yang intensif bersama Ansor dan Banser Jabar dalam rangka menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengintruksikan kepada seluruh peserta apel untuk senantiasa disiplin menegakkan protokol kesehatan.
Dalam penanganan bencana, kata dia, Ansor dan Banser tidak boleh memandang perbedaan, kader dituntut menjadi garda terdepat dalam tragedi kemanusiaan.
“Setiap kader ansor dan banser harus terus menempa diri agar kapasitas yang dimiliki sesuai dan  lebih bermakna ditengah masyarakat. Dan apel kesiapsiagaan bencana ini merupakan bentuk respon dan tanggungjawab atas tragedi tragedi kemanusiaan yang terjadi”, imbuhnya.
Sebanyak 5.000 an kader yang mengikuti apel virtual ini masing-masing diikuti oleh 150 peserta dari setiap Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang terdiri dari 50 pengurus ansor, 50 kader Banser dan 50 Kyai muda.
Secara virtual, para peserta mengikuti apel melalui layar monitor di cabang masing-masing, dengan lokasi ada yang dikantor Ansor, PCNU, pesantren, madrasah dan lapangan terbuka.
PW Ansor dan Satkorwil Jabar sendiri menggelar apel di Pondok Pesantren Nurul Huda, Cisurupan, Kabupaten Garut. Bertindak selaku inspektur apel Komandan Satkorwil Banser Jabar Yudi Nurcahyadi dan pembina apel Sekretaris PW Ansor Johan Anwari.
Peserta apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan juga faceshield.
Dalam keterangannya, Ketua PW GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar mengatakan gelaran apel kesiapsiagaan bencana ditujukan untuk mengkonsolidasi para kader ansor banser dan kyai muda di Jawa Barat untuk bersama-sama siap dan waspada menghadapi kemungkinan terjadi bencana alam.
“Bukan sekedar apel dan kumpul kumpul. Tapi meneguhkan komitmen dan perjuangan kemanusiaan kita semua agar selalu siap turun ditengah masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan dan situasi yang ada”, kata Deni Ahmad Haidar.
Deni juga menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam atas musibah bencana yang melanda sejumlah daerah baik Banjir maupun tanah longsor di Jawa Barat.
Deni berharap agar bencana di Jawa Barat ini tidak terus terulang sebagai tragedi tahunan yang menyengsarakan masyarakat. Pemerintah daerah harus memiliki peta mitigasi yang jelas, penanganan sampah yang terintegrasi, dan juga memasukan muatan mitigasi bencana ini dalam kurikulum pendidikan.
“Dan tentu saja ada regulasi yang bisa diimplementasikan oleh para stakeholder dan masyarakat dalam mencegah bencana,”katanya.

Komentar

News Feed