Subang – Banjir di wilayah Kabupaten Subang bagian utara, khususnya di wilayah Kecamatan Pamanukan saat ini, Selasa (10/1) mulai surut. Namun demikian warga mengeluhkan ketiadaan air bersih.
Hal rersebut disampaikan Dini (19), warga Jalan Veteran, Desa Pamanukan yang saat itu secara kebetulan bertemu dengan Tim Peduli Banjir PWI Kabupaten Subang yang dipimpin Ketua PWI H.Nano Suwarno, di SPBU Desa Kertajaya Tambakdahan Subang. “Di rumah listrik mati. Kami sekeluarga sudah tiga hari ini belum mandi,” ujar Dini saat berbincang di SPBU.
Dikatakan Dini, kedatangannya ke SPBU tersebut bermaksud menumpang mandi. Namun apa yang terjadi, lagi-lagi di tempat ini air tidak ada. Sementara menurut salah seorang petugas SPBU, akibat Banjir pompa air di SPBU tersebut mati. “Ga ada air pak. Ini pompanya kerendem,” ujarnya.
Mendengar pernyataan itu Dini beserta kakak Riyan (22) dan adiknya akhirnya kembali pulang. Namun sebelum melangkah pulang gadis cantik itu kembali berujar. Ia meminta pemerintah segera memberi bantuan air bersih. “Kami warga korban Banjir meminta pemerintah Kabupaten Subang segera mengirimkan bantuan air bersih,” katanya.
Perlu diketahui, sejak Banjir melanda kawasan tersebut warga tinggal di pengungsian. Dan seperti terlihat bantuan demi bantuan masih terus berdatangan ke posko-posko pengungsian di Pamanukan. (H.Yaman/Bentarnews.com)
Ket. foto: Mau mandi di SPBU tidak ada air, Dini beserta saudaranya bertemu tim Peduli Banjir dari PWI Kab.subang, yang sedang membagi bagikan nasi kotak kepada warga Pamanukan Subang, Selasa (10/01/2021).











Komentar