KAB. BANDUNG BARAT,- Blank spot atau tidak terkoneksinya perangkat seluler terhadap jaringan telekomunikasi adalah situasi yang tidak membuat nyaman warganet, terlebih itu diperlukan mendesak seperti untuk kegiatan belajar online atau bagi bisnis yang berbasis internet of think (IoT).
Tentunya, situasi ini tak jarang masih kerap ditemui di sebagian kita, terutaman di wilayah yang memang sedikit terpencil. Namun, tak sedikit pula hal ini masih bisa dirasakan di kota/kabupaten yang statusnya kota maju.
Contoh misalkan di Pedesaan Kabupaten Bandung Barat, terutama wilayah selatan Bandung Barat. Menurut pantuan di lapangan, di sini sebagian warganya masih kesulitan menikmati fasilitas internet.
Padahal, layanan internet saat ini adalah salah satu kebutuhan sehari-hari yang sangat diperlukan oleh semua kalangan masyarakat, baik itu di kalangan pedesaan maupun perkotaan.
Menanggapi hal itu, Kepala Seksi (Kasi) Infrastruktur dan Teknologi Bidang Aptika pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) KBB, Tedy Yulianto mengatakan, sebetulnya di KBB itu masih banyak wilayah yang belum terjangkau internet.
“Tidak terjangkaunya internet itu akibat tidak tercover oleh penyedia jasa telekomunikasi,” ujar Tedy kepada Penaku ID, Senin (12/4/21).
Ia mencatat, sebanyak 26 desa di 6 kecamatan wilayah KBB, masuk dalam zona tidak terjangkau jaringan internet atau jaringan seluler.
Sebelumnya, pihaknya sudah berupaya mengajukan tower jaringan kepada Kementrian Komuniksi Informatika pada tahun 2020 lalu.
“Dari pengajuan itu yang di acc hanya dua desa, karena dua desa itu sama sekali tidak ada jaringan seluler dan bantuan itu langsung dari Kementrian Kominfo RI, belum dieksekusi baru disurvei oleh Telkom,” papar dia.
Kendati begitu, untuk mengisi kekurangan tower di wilayah Bandung Barat, pihaknya berinisiatif mengajukan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), kepada dan Kementrian Komunikasi Informatika untuk mengcover daerah blankspot.
Di tengah pandemi seperti saat ini, dirinya tak menampik jika jaringan seluler sangat dibutuhkan oleh masyarakat terlebih bagi para pelajar yang harus mengikuti sistem pembelajaran daring.
“Apalagi sekarang di masa pandemi, anak-anak sekolah sangat butuh akses internet seperti; untuk materi pembelajaran, memakai zoom dan; segala macem yang berhubungan dengan internet,” tandasnya.











Komentar