oleh

Wabup Subang Gelar Rakor Terkait Banjir Desa Dembor dan Gunung Sembung

SUBANG – Banjir yang terjadi di Desa Gembor dan Desa Gunung Sembung pada pekan lalu, diduga dampak dari pembangunan Kawasan Pabrik PT.Taifa Jaya Development. Untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi kembali banjir serupa, maka kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang Rona Mairansyah SP. M.Si menggelar rapat koordinasi bersama dinas terkait untuk mencari solusi.

Rakor penanggulangan banjir tersebut dipimpin Wabub Subang Agus Masykur Rosyadi, dan turut hadir Kepala BPBD Kab.Subang, Direktur BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), dinas terkait, Muspika Kecamatan Pagaden Kades Gunung Sembung, Kades Gembor, Perwakilan PT Taifa dan Tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Rona dalam dalam sambutannya mengatakan bahwa proses berbagai perijinan sudah dilakukan. “Proses perijinan sekarang sudah sampai ke proses analisis dampak lingkungan (amdal), tinggal beberapa step lagi selesai. Dimana dalam setiap proses amdal itu kita melibatkan tim penilai komisi penegakan, berbagai masukan masukan dan saran untuk penyempurnaan dokumen amdal tersebut supaya sempurna,” jelasnya.

Baca Juga  Dengan Perahu Katamaran, Dansektor 7 Pimpin Penaburan Cairan BIOS Di Sungai Citarum

“Namun dalam perjalan ini pada tanggal 3 dan tanggal 9 Januari 2021 terjadi musibah banjir. Atas kejadian ini berbagai hal sudah dilakukan, termasuk melakukan pemantauan dari pihak terkait dan memberikan masukan masukan kepada PT Taifa,” pungkas Kadis LH.

Wabup Subang Agus Masykur Rosyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam penanggulangan banjir yang diduga dampak dari pembangunan Kawasan PT.Taifa, semua pihak harus mencari solusi. “Kita semua harus mencari solusi, bukan mencari siapa yang bersalah, apalagi kalau mencari kambing hitam,” katanya

Baca Juga  Imran Wardhani: Selama 2020 di Kota Sukabumi Terjadi 199 Kejadian Bencana

“Kali Cibarasole itu merupakan langganan banjir ketika musim hujan, walaupun tidak separah banjir pada tanggal 3 dan 9 Januari yang lalu. Dan saya tahu itu karena waktu saya menjadi anggota dewan, saya sering turun ke Desa Gembor ketika ada kejadian atau masalah,” ungkap Agus.

Wakil Bupati minta ganti rugi kepada warga yang empangnya atau sawahnya terkena musibah banjir segera dilaksanakan. “Dan selanjutnya kita cari solusi sebagai bahan masukan dalam penangulangan banjir untuk PT Taifa,” tuturnya.

Baca Juga  Harga Cabai-cabaian di Pasar Tradisional dan Modern Kota Sukabumi Alami Kenaikan Harga

Adapun dari hasil rakor tersebut ada beberapa masukan dan cara agar tidak terjadi lagi banjir di kawasan PT.Taifa. Hasil rapat koordinasi diantaranya normalisasi kali saluran Cibarasole dengan lebar 5m sepanjang 3 km, membuat sodetan air dari Situ Kalen Buah yang airnya ketika hujan masuk ke saluran Cibarasole dibuang ke Situ Cibugang. Selain itu, membuat resapan air seluas kurang lebih 5 ha diarea tanah yang dulu menjadi resapan air. Dan membuat lebung atau pon penampungan air hujan yang dapat berfungsi juga sebagai tempat wisata. (H.Yaman/Bentarnews.com)

Komentar

News Feed