oleh

Ketua MPC PP: Bupati Bekasi Lalai dalam Menangani Bencana Banjir

BEKASI- Tibanya Musim hujan membuat sejumlah titik khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi terendam Banjir dari luapan air Sungai Citarum dan beberapa kali lainnya meluap.

Sehingga pemukiman masyarakat yang berdekatan dengan kali akan terdampak Banjir ditambah turunnya hujan yang tidak tentu.

Namun beda halnya dengan tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi yang satu ini, dalam situasi seperti ini dirinya mengkritik atas kinerja Bupati Eka Supria Atmaja, menurutnya Bupati Bekasi lalai dalam menangani bencana Banjir musiman ini.

Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi H.Apuk Idris menyayangkan, dibawah kepemimpinan Eka Supria Atmaja, karena masyarakat masih banyak yang menderita akibat dampak Banjir sehingga dinilai kurang pedulinya terhadap masyarakat yang terkena bencana.

“Bupati itu banyak jajarannya di 23 Kecamatan, apa salahnya bupati memerintahkan mereka untuk terjun langsung seperti camat, kepala desa untuk memantau apa yang dibutuhkan masyarakat, atau perlu bupati datang langsung. Meskipun tidak membawa apa-apa, tetapi dirinya yakin masyakarat akan sangat merasa di perhatikan,” paparnya.

Baca Juga  Atalia Ridwan Kamil Apresiasi Inovasi SMK Negeri 1 Garut untuk Bangun Desa

Lanjutnya, kekecewaan itu kembali dituangkan, dengan menyebut bupati cuma hanya menganakemaskan sekelompok golongan.

“Jangan pernah seorang pemimpin itu menciptakan suatu kelompok, mereka orang Bekasi ketuanya pun orang Bekasi, dan saya orang Bekasi apa tujuan dari pembuatan kelompok tersebut?,” ungkap H. Apuk Idris di kediamannya, Sabtu (13/02/21).

Tokoh Bekasi yang juga sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi ini juga memaparkan, ormas di Bekasi banyak kenapa tidak dikumpulkan saja semua untuk menjadi satu. Itu barulah sifat seorang pemimpin, jangan hanya menyayangi salah satu golongan saja karena dia itu bapaknya orang Bekasi.

Baca Juga  FORAKSI Terima Penghargaan di Ajang Sinka Sindi Award 2020

“Jika di ibaratkan, ormas adalah anak, buat apa melahirkan anak lagi yang sudah pasti akan lebih disayang, karena dilahirkan oleh dirinya sendiri, nah dengan seperti itu maka akan mengundang kecemburuan dengan anak-anak yang lain,” ucapnya.

Diyakini H. Apuk masyarakat di luar sana sangatlah merindukan kehadiran seorang pemimpin, apa lagi dalam bencana Banjir seperti ini.

“Contoh kecil kegagalan bupati yaitu mengatasi air kali Cilemah Abang yang hitam dan bau. Padahal itu tepat di depan rumahnya, sampai di demo oleh masyarakat seharusnya dari hal seperti itu aja dia malu,” ujar H.Apuk.

H.Apuk juga menyindir bupati sekarang di luar sana menyebut Bupati Bekasi sebagai Bupati WC, kenapa harus buat WC sedangkan jalan belah di mana-mana yang setiap harinya memakan korban, perbaiki saja dulu WC yang ada. Tidak harus membuat yang baru dan mahal.

Baca Juga  Ini Pengakuan Armand Maulana......!

“Bukan hanya itu, dirinya juga menanyakan untuk anggaran silpa kita berapa? Orang-orang di luaran sana mencari, tapi kita hanya suruh menghabiskan saja tidak bisa,” tandasnya.

Tokoh Bekasi ini berharap, kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana Banjir untuk tidak trauma, agar bisa beraktivitas kembali, mudah mudahan Banjir ini juga akan membuat barokah untuk kita semua.

“Untuk apa di tengah bencana Banjir di Bekasi ini bupati malah pesta pora merayakan ulang tahunnya, sedangkan masyarakat di luar sana sedang teriak membutuhkan bantuan,” tandasnya.(Sigit/beritapembaruan.com)

 

Komentar

News Feed