oleh

MGP Minta Kemenkes Lakukan Pemeriksaan terhadap RS Al-Ihsan

KAB. BANDUNG,- Organisasi masyarakat (Ormas) Manggala Garuda Putih mendesak Kemenkes untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap RS Al Ihsan, terkait informasi yang diperoleh dari salah satu anggota MGP yang divonis terkonfirmasi COVID-19. Bahkan hampir semua pasien yang datang dinyatakan demikian.

Prilaku tersebut dikatakan Ketua DPC MGP Kabupaten Bandung, Robby Anbia Somantri, jelas bisa membuat panik dan munculnya ketakutan pada masyarakat. Terutama bagi pasien yang tengah dalam masa perawatan di RS itu. Juga bagi pasien lainnya yang hendak berobat.

“Di masa pandemi Covid-19 ini semestinya pihak RS Al Ihsan bisa bijak dalam mengeluarkan keputusan dengan tidak membuat panik masyarakat banyak,” katanya melalui telepon, Selasa (15/6/2021).

Masih menurut Robby, bukan tanpa alasan MGM menyinggung tentang RS AL Ihsan. Pasalnya pihak RS diduga telah banyak meresahkan keluarga korban dengan memberikan status terhadap pasien terkena COVID-19. Dan MGP menduga RS tersebut melakukan pemalsuan rekam medis kepada setiap pasien guna mendapatkan klaim lebih besar dari anggaran pemerintah terutama pemerintah pusat.

Baca Juga  Binmas Polsek Soreang Polresta Bandung Silaturahmi Sosialisasikan Prokes

Sementara salah seorang pengurus MGP, Agus Satria  menambahkan, apa yang di sampaikan ketua DPC MGP Kab Bandung sangat diduga benar-benar terjadi sesuai fakta di lapangan. Pasalnya pasien yang di makamkan berstatus Covid-19 tidak di lengkapi hasil PCR sesuai standarisasi  penanganan COVID-19.

Untuk menindaklajuti permasalahan ini, lanjut Agus, MGP akan melaporkan  hal ini ke pihak berwenang, yakni Satuan Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19, kementrian keuangan, serta mendesak satgas Covid-19 pusat dan kemenkes RI untuk melakukan penyelidikan apa yang menjadi dugaan MGP terhadap RS Al Ihsan.

Baca Juga  Kesbangpol KBB Minta Ormas, LSM dan OKP Lebih Kompak

“Kami pun akan menuntut dan mendesak Menteri Keuangan dalam hal ini untuk menunda bantuan keuangan kepada RS Al Ihsan yang diduga keras bermain klaim diagnosa untuk mendapatkan keuntungan dari anggaran pemerintah dan masyarakat itu sendiri,” kata dia.

 

 

**PenaKu.ID

News Feed