KARAWANG – Seorang perempuan dengan nama Casmitoh (25) warga Kiarapayung, Klari, Karawang, melakukan bunuh diri dengan meloncat dari atas jembatan Tekmaxo, Senin (18/8/2020) sekitar pukul 09.00 Wib.
Hingga kini Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran, karena korban diduga tenggelam terbawa arus sungai. Ada empat SRU (Search and Rescue Unit) yang di kerahkan oleh Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Bandung.
“Hari kedua pencarian tim dibagi tiga SRU, titik pencarian diperluas,” kata Edwin Tim Basarnas Bandung, Rabu (19/8/2020).
SRU pertama dari tim Basarnas Bandung dan Satgas Citarum melakukan penyisiran dengan tehnik rafting. Penyisiran oleh SRU pertama menempuh jarak sejauh 500 meter dari lokasi kejadian hingga jembatan Changsin.
SRU kedua yang terdiri dari BPBD dan Tagana Karawang melanjutkan penyisiran dari jembatan Chang Sin hingga sampai jembatan Misran, Jarak penyisiran yang ditempuh SRU kedua ini, yaitu sejauh 200-500 meter
SRU ketiga melanjutkan penyisiran dengan tehnik tubing dari daerah jembatan Misran hingga daerah jembatan Leweungseureuh dengan jarak pencarian lebih luas dari titik TKP pertama korban tenggelam.
Edwin menambahkan, tim SAR gabungan juga mengerahkan beberapa personel untuk melakukan pemantauan di beberapa titik di sepanjang aliran sungai Citarum utara.
Selain itu, tim SAR juga menyebarluaskan informasi ini kepada warga yang beraktifitas di sekitar sungai agar bila ada yang melihat keberadaan korban, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada petugas.
Upaya penyisiran ini melibatkan kerjasama sejumlah pihak, diantaranya tim operasi Kantor SAR Bandung BPBD, Tagana dan PMI kabupaten Karawang, Koramil dan Polsek Klari serta warga sekitar.
Hingga pencarian hari kedua, tim SAR gabungan masih berupaya melakukan penyisiran di sungai Citarum utara untuk menemukan keberadaan korban.(Kabarsebelas.com)











Komentar