Cimahi, NR,-Penelitian akhir terhadap MODERASI BERAGAMA di KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, yang dilakukan Novita Siswayanty MA., dari Peneliti Puslitbang LKKMO bersama Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama
Bekerjasama dengan Yayasan Dewi Rahmasari Education and Care, yang di pimpinan R. Dewi Rahmasari, S.S., MA., Kampung Cireunde Leuwigajah Cimahi Selatan, Kamis (20/08/2020).
Pemberian penghargaan ini bertepatan dengan acara Selamatan Satu Suro yang merupakan Hari Raya bagi Masyarakat Kampung Adat Cireundeu yang 40 persen dari mereka menganut ajaran Kepercayaan Sunda Wiwitan.
Abah Widi salah seorang sesepuh kampung Cireundeu memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para peneliti dari puslitbang Kementrian Agama dan yayasan Dewi Rahma Sari – Education Care dengan cara pemberian tumpeng Rasi (nasi yang berbahan dasar ampas singkong) kepada para peneliti ini, sambil memberikan beberapa philosophi mengenai rasi kuning tersebut.
“Bentuk rasi yang kerucut menandakan ujung atau akhir dari semua yang dilakukan manusia adalah Gusti Allah atau mengEsakan Tuhan sedangkan dasar tumpeng yang dipenuhi dengan berbagai jenis makanan yang sangat enak adalah dunia dan perhiasannya yang merupakan berbagai fasilitas yang bila ‘jalma’ (manusia) yang memakannya sudah berhati bersih maka dia akan dapat mempergunakan segala bentuk fasilitas dunia sebagai kendaraan untuk menuju ketauhidan terhadap Gusti Allah (Sang Pencipta Alam Sekitarnya). Manusia yang telah mendapat tujuan dari philosophi tumpeng tersebut disebut ‘Manusa’ yang berarti manusia yang telah sempurna”, ungkapnya.
“Melaksanakan ajaran – ajaran sunda wiwitan sehingga bisa mengenal jati dirinya, karena siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya”, tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut Ibu R. Dewi Rahma Sari, S.S, MA. Juga Mengucapkan,
“Sangat berterimakasih yang sebesar – besarnya telah diberikan keleluasaan dalam meneliti bersama beberapa anggotanya yaitu Heru Wibowo S.Si , Surya Nugraha, S.Pd, S.Pd dan Rudy Hartono S.Pd., kita sangat mengagumi keramahan, dan sifat ramah tamah Masyarakat Kampung Cireundeu baik yang beragama Islam yang berjumlah sekitar 60 persen dan juga Masyarakat Cireundeu yang menganut Kepercayaan Sunda Wiwitan yang berjumlah 40 persen (22 KK)”, ucapnya.
Penelitian ini untuk menjadi contoh baik mengenai toleransi beragama dan pelestarian adat budaya Masyarakat Sunda Wiwitan, dan juga peran mereka dalam ketahanan pangan dimasa pandemi virus corona yang bisa dicontoh masyarakat Indonesia karena singkong lebih terjangkau harganya, lebih tahan lama energi yang didapatkan untuk melakukan berbagai aktifitas dan dapat menurunkan berat badan.
Ditempat yang sama ibu Novita Siswayanty, MA., menyampaikan.
“Saya Sangat berbahagia karena kemudahannya dalam berinteraksi dengan masyarakat Kampung Cireundeu sehingga tujuan dari penelitiannya bisa dengan mudah tercapai.
Dan sayapun sangat berharap untuk kedepannya bisa terus menjalin silaturahim dengan Masyarakat Cireundeu dan dapat memberikan informasi Toleransi beragama, Pariwisata juga ketahanan pangan dan wisata kuliner dari Masyarakat Kampung Cireundeu Sunda Wiwitan dengan benar kepada Masyarakat nasional dan internasional,” pungkasnya.
(Dewa)











Komentar