oleh

Jeritan Tukang Becak di Tengah Transportasi Online

KOTA CIMAHI,- Seorang Tukang Becak yang sering mangkal di pertigaan jalan Paledang Kota Cimahi Bandung Jawa Barat menceritakan susahnya mendapatkan penumpang di saat sekarang.

Abah Yusuf (60) menuturkan sehari dirinya dari pagi hingga sore hari bahkan menjelang petang hanya mampu mendapatkan penumpang sekitar 5 tarikan. Itu pun katanya sangat jarang sekali.

“Ini sampe sore ini saya baru dapet satu penumpang,” ujar Yusuf kepada Reporter PenaKu.ID, Minggu (21/3) sore.

Baca Juga  Pengumunan! Sentra Vaksin di Kota Cimahi Dimulai 14 Juli, Ayo Daftar

Lanjutnya, penghasilan tersebut sangat berat jika dihadapkan dengan kebutuhan hidup yang makin serba mahal.

Namun begitu, ia tetap konsisten untuk mengayuh roda becaknya itu demi roda kehidupan yang mau tidak mau harus tetap berputar.

“Udah 10 tahun saya jadi tukang becak,” imbuhnya.

Sulitnya mencari nafkah dengan berprofesi sebagai Tukang Becak, terlebih sambung Yusuf ketika virus corona melanda negeri ini.

Baca Juga  Lima Poin dan Catatan Penting Komisi C DPRD Kab Bandung saat Audiesi GMBI

“Iya ngaruh juga ada corona ini,” ucapnya.

Persaingan juga kian ketat saat dunia digital merambah ke dunia transportasi dengan hadirnya transportasi online.

Meski begitu, Yusuf tak mungkin berpaling dari pegangannya itu yang selama ini ia jalani.

“Dulu di sini ada tujuh becak, tapi sekarang tinggal dua. Saya dan temen saya itu tuh,” ujar Yusuf sambil menunjuk kepada rekan-nya.

Baca Juga  Sambil Safari Ramadan, PPM (Pemuda Panca Marga) Berkolaborasi Dengan Disjarahad......!

Yusuf berharap terhadap pemerintah agar ada semacam stimulus ekonomi khusus bagi para Tukang Becak di tengah transportasi online yang masif.

“Cuman baru dapet bantuan-bantuan sosial corona aja dari kelurahan,” tandasnya.

 

 

(PenaKu.ID)

Komentar

News Feed