oleh

“Habiskan APBD Rp. 850 Juta, Taman Air Mancur Leuwigajah Mati Suri”

CIMAHI, – Taman air mancur Leuwigajah, tepatnya yang dibangun di Bunderan jalan Leuwigajah Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi tahun 2019. Sepertinya, taman air mancur tersebut mati suri. Alias tidak pernah jalan air yang menyemburkan ke atas yang di hiasi dengan warna warni lampu. Padahal, untuk pembangunan taman air mancur itu menggunakan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

Salah seorang warga yang tinggalnya berdekatan dengan taman air mancur Leuwigajah, Tono mengatakan, sepengetahuan dirinya biaya untuk pembangunan taman air mamcur itu sebesar Rp. 850 juta. Dana tersebut, di ambil dari APBD Kota Cimahi tahun 2019, melalui kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi. Dibangun oleh pihak ketiga, dengan alat-alat kabarnya yang di pakai taman air itu, buatan luar Negeri.

“Namaun, apa yang terjadi dirinya tidak mengetahui, sejak taman air mancur itu selesai dibangun, operasinya bisa dihitung dengan jari. Dioperasikan hanya setengah jam dan itu juga pada malam hari. Tapi kebanyakannya, tidak beroperasi. Padahal warga, kalau taman air mancur itu beroperasai sangat senang. Karena, selain akan menambah kesemarakan jalan banyak yang nonton. Dijalan juga, jadi indah,” ujarnya dalam pecakapannya, Sabtu (22/8/2020).

Baca Juga  Aktivis Lingkungan Secoci, Penjaga DAS Cibeet

Dikatakan, Tono air mancur dengan ragam ketinggian semprotan air yang cukup dipadukan dengan lampu warna warni bila dilihat malam hari cukup indah. Di Kota Cimahi, dirinya belum pernah melihat. “Maka itu, denga adanya taman air mancur di bunderan Leuwigajah ini, bagi dirinya termasuk warga yang dekat terasa menikmati taman air mancur di Bunderan HI Jakarta,” tutur Tono sambil ketawai kecil.

Untuk itu, pihaknya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, taman air mancur bunderan Leuwigajah yang dibangun pakai uang rakyat, seyognya bisa dioperasikan agar warga masyarakat Kota Cimahi, khusunya warga Leuwigajah bisa menikmati ke indahan taman air mancur yang di hiasi dengan lampu warna warni. Selain itu juga, taman air macur yang jadi kebanggaan masyarakat Cimahi ini bisa jadi distinasi wisata baru di Kota Cimahi.

Baca Juga  Meski Sempat Dipersoalkan, KH. Mukri Aji Kembali Pimpin MUI Kabupaten Bogor

Lebih lanjut, Tono menyatakan, apalagi selama Pembasatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), untuk menghentikan penyebaran Virus Corona di Kota Cimahi maupun PSBB Jawa Barat. Taman air mancur itu, sama sekali tidak beroperasi. Kondisi itu, dengan tidak beroperasinya taman air macur itu, warga memakluminya. Tapi untuk sekarang ini, dimana berbagai kegiatan sudah mulai berjalan. Idelanya, taman air mancur yang dibangun dari uang rakyat itu juga bisa di operasikan, supaya masyarakat Cimahi bisa menikmatinya.

Baca Juga  Personil Brimob Polda Jabar Ingatkan Masyarakat Cianjur yang Lalai Akan Protokol Kesehatan

Kepala DPKP Kota Cimahi Muhamad Nur Kuswandana maupun Kepala Seksi Dekorasi dan Pertamanan Mira Nurmeita Gantini, terkait pembangunan taman air mancur pertama di Kota Cimahi yang menelan dana Rp. 850 Juta dari APBD Kota Cimahi, ketika akan di minta tanggapannya, Rabu (19/8/2020) di kantornya. Hingga, berita ini ditayangkan belum bisa ditemui. Begitu juga, Kabag Humas Pemkot Cimahi, Andi belum memberikan komentarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika  Kearsipan dan Perpustakaan (Diskominfo Arpus) Kota Cimahi Hardjono, ketika di minta tanggapannya melalui Telepon selulernya, Sabtu (22/8/2020) Sore, membenarkan dirinya setiap lewat jalan bunderan Leuwigajah belum pernah melihat tama air mancur itu beroperasi. “Tapi, mangga aja temui Kepala Dinas DPKP maupun Kepala Seksi Dekorasi Pertamanan. Kepala DPKP masih, Pak Muhamad Nur dan Kepala Seksinya Ibu Mira,” Tutur Hardjono. (Yat/FORMASNEWS.COM)

Komentar

News Feed