KARAWANG – Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Baghdadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Karawang atas kerumunan jamaah saat pengajian rutin Sabtu malam Minggu di Pondok Pesantren Al-Baghdadi jalan Proklamasi, Desa Amansari, Rengasdengklok, Karawang.
Permohonan maaf disampaikan langsung oleh putra Romo Junaedi Al-Baghdadi, yakni Iqbal Al-Baghdadi, Minggu (24/1/2021).
Iqbal menjelaskan dalam keterangan persnya bahwa pihaknya tidak menyangka jamaah yang hadir untuk berdzikir akan membludak. Hal ini terjadi diluar perkiraannya.
“Intinya kita tidak bisa memprediksi kedatangan orang yang hadir kesini untuk berdzikir,” kata Iqbal.
Iqbal menjelaskan lebih lanjut, bahwa pengajian di pesantren Al-Baghdadi selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan ketat kepada para jamaah yang hadir di setiap minggunya. Bahkan himbauan diberikan sejak jamaah turun dari kendaraannya.
Kemudian untuk jamaah yang hadir diwajibkan untuk memakai masker, melewati pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan dan duduk ditempatnya masing-masing dengan tertib dan menjaga jarak. Pihaknya pun menyediakan tenaga medis dan terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19.
“Setiap minggunya kita terapkan prokes yang ketat, memakai maskar dan menjaga jarak. Luas lahan dzikir kita ada 3,5 Ha, dimana kita siapkan karpet – karpet dengan jarak yang sudah diatur 1,5 meter kedepan samping dan belakang, sehingga kami rasa itu sudah sesuai dengan prokes untuk menjaga jarak para jamaah,” jelasnya.
Iqbal menuturkan kegiatan dzikir yang digelar bukan semata- mata melakukan hal yang tidak berguna. Namun untuk mendoakan bangsa dan negara ini dari musibah Pandemi Covid-19 ini.
“Kita selalu menerapkan prokes, selalu mengarahkan kepada para jamaah, untuk menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, petugas kami selalu berkeliling memberikan himbauan,” ujar Iqbal lagi.
Bahkan kata Iqbal, pengajian di pesantren Al-Baghdadi tidak hanya menerapkan 3M saja, namun juga 3M lainnya yaitu Memperbanyak dzikir, Memperbanyak doa, dan Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan.
“Situasi saat ini begitu sulit, sehingga kita harus selalu berdoa agar Pandemi ini segera berakhir. Ikhtiar sudah dilakukan pemerintah, kita membantu dengan cara berdoa,” terang Iqbal.
“Kita juga sebagai penyeimbang pemerintah, dari segi spritual antara ikhtiar dan doa, lahir dan batin. Ikhtiarnya dari pemerintah, doanya dari kami Al Baghdadi,” imbuhnya.
Ditanya apakah setelah kejadian ini pengajian rutin Al-Baghdadi akan tetap dilanjutkan seperti minggu-minggu biasanya, ia hanya mengatakan hal itu bagaimana keputusan Romo Al-Baghdadi.
“Kita belum tahu, masih menunggu keputusan dari Abah (Romo Al Baghdadi),” pungkasnya.(red)











Komentar