oleh

Minimalisasi Potensi Bencana Banjir, Longsor Dan Kekeringan

Oleh: Undang. H

Kabupaten Garut – Belasan tahun yang lalu kita sedikit tenang dari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, seperti bencana Banjir, Banjir bandang, Tanah longsor dan Kejadian kekeringan.
Selanjutnya kami mencoba memaparkan Indikasi Dan Solusi dari ;

Banjir

Penyebab Banjir disebabkan meluap, lubernya air dari saluran yang tersedia. Hal tersebut bisa terjadi diantaranya ;
1. Akibat dari intensitas hujan yang tinggi serta kurangnya penyerapan air (air hujan) oleh tanah, diduga sebagai penyebab, diantaranya ; Gundulnya wilayah hulu (akibat ilegal loging, pertambangan dan galian yang sporadis juga adanya alih fungsi yang dijadikan lahan pertanian,
2. Alih fungsi lahan, contohnya lahan pertanian dijadikan kawasan industri dan perumahan,
3. Penyerapan air hujan yang kurang disebabkan pori-pori tanah tertutup bangunan dan serapan air pada lahan pertanian tertutup mulsa,
4. Menumpuknya sampah di aliran sungai, parit dan gorong-gorong,
5. Kurangnya kesadaran kita untuk merawat dan menjaga lingkungan.

Baca Juga  Covid-19 Purwakarta, Konfirmasi Positif Tembus 227 Orang

Banjir Bandang

Banjir bandang terjadi karena curah hujan yang tinggi di wilayah hulu disertai rusaknya wilayah karena alih fungsi lahan dari Hutan menjadi Lahan pertanian, Pertambangan dan Perumahan.
Bencana Longsor
Bencana longsor biasanya terjadi akibat dari labilnya lapisan tanah karena tidak ada yang mengikat tanah berupa akar dan tumbuh tumbuhan.

Kekeringan

Baca Juga  Petani Milenial Juara: Ubah Wajah Pertanian Jabar

Kekeringan terjadi karena tidak turunnya hujan. Pada umumnya terjadi keketingan ini di bulan Mei sampai Juli. Tapi sekarang alam sangat sulit diprediksi. Belasan tahun yang lalu di Garut khususnya, sebenarnya hal ini tidak terlalu krisis, tepatnya saat hutan masih lebat. Ketika di musim penghujan, air hujan dapat terserap oleh tanah dan disimpan serta diurai oleh akar. Tapi sekarang?.

Solusi

Dalam merawat menjaga dan melindungi alam tentunya harus ada kesadaran dan kekompakan semua pihak. Kenapa tidak kita bersama melakukan;
1. Di daerah mata air kita tanami pohon minimal radius 50 meter,
2. Kakisu (Kanan-kiri sungai) minimal 20 meter ditanami tanaman keras yang dapat menahan, menyerap dan menyimpan air serta mengikat tanah agar tidak longsor.
3. Penanaman lahan kritis. Adapun kawasan yang punya kemiringan pada sekian derajat (sesuai aturan dilarang ditanami palawija),
4. Hijaukan lahan pekarangan dengan tanaman-tanaman produktip, seperti buah-buahan dan pohon,
5. Dilahan palawija disertai tanaman keras.

Baca Juga  Jajaran Polsek Majalaya Polresta Bandung Bagikan Masker Kepada Pengguna Jalan

Demikian tulisan singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi orang banyak, minimal bagi pribadi penulis. Tulisan ini dibuat dan dimaksudkan sebagai bagaian dari upaya saling mengingatkan.

Alam,tarungnews.com

Komentar

News Feed