oleh

Dishub Jabar Ramp Check di Jackal holidays, Begini Pesan Kadis

KOTA BANDUNG,- Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat melakukan ramp check kendaraan di Pool PO Bus Pariwisata Jackal Holidays, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/4).

Kadishub Jabar Herry Antasari mengatakan kegiatan ramp check ini merupakan kegiatan rutin.

“Jadi ada atau tidak adanya mudik ramp check ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengecualian seperti yang tertuang dalam aturan,” kata Herry.

Ia menuturka ada beberapa kondisi tertentu dan mudik di kawasan aglomerasi serta melihat penerapan protokol kesehatan,  persyaratan administrasi dan teknis untuk laik jalan dan lain-lain.

Baca Juga  Persyaratan Kredit UMKM di Bank bjb Kini Semakin Mudah, Hingga 2 Miliar

“Meski mudik dilarang, namun Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tetap melakukan ramp check kendaraan,” ujar Herry.

Kegiatan ramp check ini merupakan rangkaian kegiatan ramp check yang dilakukan kepada angkutan darat umum baik regular maupun pariwisata. Setelah sebelumnya dilakukan kepada angkutan umum regular di terminal-terminal.

“Ada dua Po yang akan dilakukan ramp check pada hari ini yakni Po Jackal Holiday dan Surya Putra Abadi,” terang Herry.

Baca Juga  Jabar Dukung Inovasi Pengendalian Lingkungan Hidup, Ridwan Kamil pun Sambut Baik Stungta, Pemusnah Sampah Ramah Lingkungan

Kemudian besok, Dishub Jabar akan melakukan ramp check di DAMRI dan MGI.

Lanjut Herry, kebijakan larangan mudik dikeluhkan para pengusaha transportasi khususnya PO bus.karena mereka yang paling terdampak saat pandemic ini.

“Namun kebijakan larangan mudik adalah kebijakan jangka panjang yang sudah dipertimbangkan dengan matang,” ucap Herry.

Mesi begitu Herry berharap dengan adanya larangan (mudik) ini, pemulihan ekonomi daerah cepat selesai, Covid-19 tidak meledak seperti di negara lain.

Baca Juga  Ini Sejarah Singkat Nama Dago Yang Tersohor

Jika mudik tidak dilarang, kata Herry, pemerintah khawatir penyebaran corona di Indonesia melonjak seperti halnya di India.

“Karena kalau meledak maka akan panjang lagi kesulitan ekonomi, mungkin satu atau dua tahun ke depan. Mudah-mudahan kalau semua masyarakat termasuk perusahaan transportasi menyadari, dan memahami, dalam waktu dekat selesai Covid-19 dan normal kembali ekonomi kita,” tandas Hery Antasari.

(PenaKu.ID)

Komentar

News Feed