oleh

FKUB: Bandung Barat Bukan Daerah Konflik Agama

BANDUNG BARAT,- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat Rafani Achyar mengklaim KBB bukan daerah rawan konflik dari segi toleransi beragama.

Menurutnya, Walaupun memang ada satu, dua permasalahan yang belum terselesaikan, namun itu juga tidak sampai menimbulkan konflik.

“Kalau seperti di Bekasi, Bogor itu sampai konflik, tapi alhamdulillah KBB itu tidak.” Ucap Rafani saat ditemui di Gedung HBS Cimareme, Rabu (25/11/2020) kemarin.

Baca Juga  Tak Gunakan Masker, Satpol PP Kota Bandung Tindak 145 Pelanggar

Ia juga mengatakan, untuk kedepan kegiatan seperti ini harus sering sosialisasi, sebab faktanya masih banyak ASN, Kepala desa, Camat masih banyak yang belum paham tentang prinsip kerukunan ini.

“Semua tercantum dalam Peraturan Bersama Menteri (PBM) nomor 8 dan 9 tahun 2006. Tentang kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama, perlunya itu di pelajari dan dibaca ketika ada masalah yang harus ada rujukan dan jadi acuan,” paparnya.

Baca Juga  Atalia Praratya Jadi Ketua Kwarda Pramuka Jabar Periode 2020-2025

Sementara itu, Kepala Kesbangpol KBB, Jaja mengatakan, pihaknya sudah memediasi permasalahan itu dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Sebetulnya ada yang tidak keberatan tapi ada segelintir yang belum paham dengan adanya tempat peribatan itu,” katanya.

Menurut Jaja, kejadian itu tentu saja seperti menjadi peringatan kepada masyarakat Bandung Barat bahwa soal kerukunan dan toleransi umat beragama masih perlu digencarkan. Sebab, kerukunan antarumat beragama tidak muncul secara tiba-tiba.

Baca Juga  Sebanyak 20 Kuasa Hukum Dukung E. Koswara, Ayah Yang Digugat Anak Sendiri Rp 3 Miliar

“Di KBB ada beberapa suku ras agama yang lumayan banyak, dalam hal ini bukan masalah intoleransinya. Tapi ini tentang pemahaman dari masyarakat sekitar.

“Insha Allah Kesbangpol dan FKUB akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tandasnya.

 

(Cepdar/PenaKu)

Komentar

News Feed