oleh

Nasib Seorang Kusir di Kala Pandemi

KAB. BANDUNG,- Efek pandemi global yang berkepanjangan semakin membuat sesak kehidupan perekonomian masyarakat kecil. Begitulah yang digambarkan salah seorang kusir di Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat, Abah Anen (76).

Lelaki tua berusia 76 tahun ini sedang duduk sambil melamun menunggu penumpang di depan Alun-alun Soreang. Lantas, awak media langsung naik Delman Bah Anen ke suatu tujuan. Senyum menghiasi wajahnya yang dipenuhi keriput yang menggambarkan kerasnya perjalanan hidup laki-laki sepuh ini.

“Teh kapan ya corona ini beres?,” Tanyanya dengan suara tanpa harapan.

Baca Juga  YKI Cabang Bandung Berikan Bantuan

Lanjut Anen bercerita, bahwa kehidupannya mulai kembang Kempis setelah ada pandemi virus corona (COVID-19).

Dikatakannya, dulu ia memiliki 2 ekor kuda jantan yang menjadi penopang hidupnya sebagai kusir delman di daerah Soreang. Kedua Kuda itu bekerja bergantian. Yang satu narik delman dari pagi hingga jam 12, yang satu lagi dari jam 1 sampai jam 6 sore.

“Kuda abah terpaksa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

Ternyata Abah Anen bekerja sebagai kusir delman dari usia 12 tahun dan sudah sepuluh ekor kuda yang mengabdi kepadanya.

Baca Juga  Bersama Komunitas Ojeg, Polsek Antapani Polrestabes Bandung Jalin Kondisifitas

Makin hari kehidupannya sebagai penarik delman makin tersisih seiring dengan banyaknya Tukang Ojek. Tapi Bah Anen tidak menyerah, ia tetap bekerja dengan kuda kesayangannya yang hanya tinggal satu.

Penghasilannya sekarang hanya mampu mencapai Rp40 ribu – Rp50 ribu per hari. Itu pun setengahnya habis buat pakan kuda.

Namun, lelaki tua ini tetap merasa bersyukur masih ada rejeki untuk makan walaupun harus berbagi dengan kuda peliharaannya.

“Abah mah berharap corona cepat pergi biar kehidupan Abah ga susah seperti ini. Sekarang mah bisa nemu makan juga sudah untung,” harapnya.

Baca Juga  Sudah Jadi PLH, Ini Kata Petugas Jasa Pikul Jenazah Covid-19

Bah Anen adalah gambaran kaum bawah yang sangat merasakan beratnya dampak pandemi COVID-19. Antara Ada dan tidak. Di sini diharapkan peran pemerintah bisa lebih tanggap terhadap kehidupan arus bawah.

Di balik Korupsi Dana Bansos Covid-19 yang mencapai triliunan rupiah, tentunya masih banyak sosok Bah Anen lainnya yang bertahan hidup dengan segala keterbatasan.

 

 

(ZarDin/PenaKu)

Komentar

News Feed