oleh

Tanggul Sungai Cimanuk Kritis, Warga di Kabupaten Indramayu Dihantui

Sedikitnya 3 titik tanggul Sungai Cimanuk di Blok Desa, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, rentan jebol.
Warga sekitar tanggul pun gelisah. Pemasangan ratusan karung berisi tanah dianggap tak cukup mengusir kecemasan mereka.
Kepala Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya mengungkapkan, bahaya tanggul jebol mengintai kehidupan warga Desa Gunungsari. Karenanya, dia tak menampik penanganan segera harus dilakukan.
“Kalau sampai tanggul jebol, 1 desa bisa kena (banjir),” katanya.
Tak hanya Desa Gunungsari, akibat tanggul jebol pula menghantui warga desa lain di sekitarnya. Hal itu mengingat pemukiman penduduk berada di dataran lebih rendah.
Sejauh ini, sekitar 120 KK terancam longsor akibat kondisi tanggul yang kritis tersebut. Pada 1 kejadian, sebuah pos kamling dan 3 kandang ternak tak jauh dari tanggul sungai sudah hancur.
Kondisi tanggul diketahui kritis sejak 2019.  Keadaannya diperparah sejak 2 pekan terakhir menyusul intensitas hujan yang tinggi.
Tak hanya di Blok Desa, Desa Gunungsari, tanggul yang kritis pula ditemukan di Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang. Di sana, tanggul yang kritis merupakan tanggul Sungai Ciranggong yang bermuara ke Sungai Cimanuk.
“Tanggul di situ bahkan anggulnya lebih kritis dibanding yang ada di Desa Gunungsari,” bebernya.
Posisi tanggul kritis berhadapan dengan tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Akibat hal itu, sedikitnya 10 makam kini sudah longsor.
BPBD Kabupaten Indramayu mendata, sekitar 18 titik tanggul Sungai Cimanuk kritis di berbagai lokasi, antara lain Kecamatan Jatibarang, Sukagumiwang, Lohbener, dan Tukdana.
Dia menyebutkan, tanggung jawab perbaikan tanggul sendiri berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung. Sayangnya hal itu tak bisa dilakukan segera.
Karenanya, sejauh ini pihaknya bersama warga baru dapat melakukan penanganan darurat, berupa pemasangan penahan tanggul berisi tanah. Namun, dia mengingatkan, upaya ini hanya bersifat jangka pendek.
“Itu cuma penanganan darurat, sifatnya darurat saja,” ucapnya.
Selain jangka pendek, pihaknya pula mempertimbangkan upaya jangka menengah melalui keterlibatan dunia usaha. Dia menunjuk salah satu perusahaan, yakni Pertamina, untuk membantu penanganannya.
Ketua RT setempat di Blok Desa, Teti mengemukakan, selama ini warganya ketakutan Banjir tiba-tiba mendera tempat tinggal mereka.
“Setiap hujan deras, kami takut longsor tambah parah dan tanggul jadi jebol,” ungkapnya.
Debit air sungai akan meningkat tinggi kala hujan deras, hingga memperparah kondisi tanggul sungai yang sudah kritis. Warga pun mengharapkan perbaikan secepatnya agar lebih tenang sebab merasa aman.

Komentar

News Feed