oleh

Warga Babakanciparay Kota Bandung Resah dengan Jalan Ini

KOTA BANDUNG,- Sejumlah warga di daerah Soekarno Hatta, kampung Babakan blok Ager, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa barat merasa mengeluh akan material tanah yang menyebar dan berserakan di jalan di area pembangunan proyek PT. Mayora.

Pantauan awak medai di lapangan pada Jumat (23/4), tanah-tanah proyek tersebut menutupi jalan aspal yang dikhawatirkan bisa menyebabkan kecelakaan pengguna jalan pada saat hujan.

Ketua Umum Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sopian mengatakan warga sekitar merasa dirugikan dengan kondisi tersebut.

Baca Juga  Pelayanan Ditutup, RS Proklamasi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19 di Karawang

Dirinya meminta pihak perusahaan segera bertindak sebelum berlarut.

“Kalau pihak Pimpro bertanggung jawab, seharusnya dibersihkan kembali kotoran tanah merah yang berdebu tersebut, jangan dibiarkan begitu saja,” kata Tatan kesal.

Salah satu warga RW 10, Romel, juga menyebut kondisi itu mengkwatirkan warga sekitar dan pengguna jalan umum.

Bahkan, menurut Romel, sehari sebelumnya ada salah seorang warga RW 10 yang tergelincir dari motor dan terluka. “Bagaimana tanggung jawab perusahaan seperti itu,” kata Romel.

Baca Juga  Puluhan Warga Bojongpicung Cianjur Reaktif Corona

Ia menegaskan bila pihak perusahaan tidak bertanggubg jawab terhadap korban kecelakaan tersebut, pihaknya akan membuat laporan.

“Kami akan lapor ke Polsek, dan kami akan datangi perusahaan tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Hendi salah satu warga setempat juga merasa dirugikan. Pasalnya, di musim kemarau tanah-tanah terebut akan berhamburan dan mengganggu konsentrasi pengguna kendaraan. Pun jika di musim hujan, jalan akan licin.

Baca Juga  Tujuh Puluh Warga Desa Kemang Cianjur Divaksin

“Akibatnya perih dan sesak napas kami, bekerja pun saya merasa terganggu sekali,” ujar hendi.

Terpisah, Adi, Keamanan dari proyek PT Mayora mengklaim pihaknya selalu membersihkan materila tanah dari pembangunan itu yang berserakan di jalan dua hari sekali.

“Kita tidak bisa membersihkan secara tiap hari, karena kendaraannya banyak dipakai,” sebut Adi.

(PenaKu.ID)

Komentar

News Feed