KAB CIANJUR,- Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, tempat wisata Jangari Desa Bobojong Kecamatan Made Kabupaten Cianjur Jawa Barat penghasilan para pedagang di tempat tersebut merosot tajam.
Tak hanya itu, pengunjug wista pun mengalami penurunan, hanya dipenuhi pemancing lokal dan pemilik kolam.
Salah seorang pedang yang berlokasi di lingkungan wisata Jangari Burhanudin (50) merangkan, selama diberlakukannya PPKM Darurat, tempat wisata Jangari sepi pengunjung, karena adanya larangan yang ditulis dan dipasang di pintu gerbang masuk “Selama PPKM darurat berlangsung di tutup”.
Pendapatan penjualan tiap harinya sekitar 40 persen, itu pun yang belanja hanya para pemancing lokal dan para pemilik dan pekerja kolam jaring terapung saja, sedangkan penghasilan besar itu biasanya didapat dari para pengunjung wisata Jangari.
“Kalau PPKM terus diperpanjang kemungkinan besar seluruh pedagang yang ada di Jangari akan gulung tikar,” singkat Burhanudin kepada PenaKu.ID jejaring Siberindo.co.
Sementara itu, pengurus Pokdarwis Hendra menambahkan memang benar adanya selama PPKM penghasilan karcis merosot karena tempat tersebut ditutup untuk wosatawan.
“Otomatis para pedagang yang berlokasi di tempat wisata Jangari penghasilannya menurun pula. Semoga saja ke depannya setelah PPKM berakhir tempat wisata Jangari bisa dibuka kembali seperti semula,” tandas Burhanudin.
***










