oleh

The Hallway Space, Ruang Kreatif Anak Muda Kota Bandung

BANDUNG – Ruang kreatif bagi anak muda kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung hadirkan The Hallway Space, Kamis 1 Oktober 2020. The Hallway Space hadir untuk menumbuh kembangkan industri kreatif.

The hallway Space terdiri dari kumpulan 52 brand lokal dan hoobies. Di sana juga terdapat 25 tenan kuliner untuk memanjakan para pengunjung berbelanja.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, pembangunan The Hallway Space sudah memasuki Tahap II. Dalam waktu dekat akan segera rampung. Pembangunannya yaiu dengan menambah sarana dan prasarana penunjang yang lain.

Baca Juga  Jokowi Bersepeda di Kebun Raya Bogor
Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana saat Soft Launching The Hallway Space Kosambi Kota Bandung.

“Harapannya, The Hallway Space ini dapat menjadi sebuah destinasi baru dan pusat aktivitas bagi masyarakat Bandung untuk berbelanja atau sekedar berkunjung dan bercengkrama,” kata Yana usai acara soft launching dan sekaligus meresmikan The Hallway Space yang bertempat di Pasar Kosambi Bandung Lantai 2.

“Agar denyut perekonomian di Wilayah Kosambi dapat berdetak kencang seperti dulu kala,” tambah Yana.

Baca Juga  Putra-Putri Anggota Damkar, Dapat Bea Siswa Pemkot Bandung

Tak hanya itu, Yana juga berharap, hadirnya The Hallway Space akan terus mempertahankan gelar Kota Bandung sebagai Kota dengan segudang ide ide kreatif.

“Pertumbuhan industri kreatif dengan mengedepankan anak anak muda untuk terus berinovasi dapat menjadi penggerak roda perekonomian Kota Bandung, meskipun di tengah masa Pandemi,” katanya.

Soft Launching The Hallway Space Kosambi Kota Bandung.

Seperti diketahui, pada masa jayanya Pasar Kosambi sangat ramai. Itu Bermula pada tahun 1898 saat Pemerintah Hindia Belanda memindahkan pabrik Artille Constructie Winkle (pabrik senjata) yang menjadi cikal bakal Perindustrian TNI Angkatan Darat (Pindad) dari Surabaya ke Kota Bandung.

Baca Juga  Sertifikasi Wartawan Ala Dewan Pers Tuai Kontroversi, Bagaimana Reaksi DP?

Dimulai saat itu, perpindahan sejumlah tenaga pekerja pabrik senjata memicu munculnya denyut perekonomian di wilayah Kosambi.

Kosambi kemudian disulap menjadi sebuah pusat hiburan dan peradaban masyarakat Bandung saat itu. Di sana hadir 2 gedung pertunjukan yang melegenda saat itu, Sriwedari dan Srikandi.

Sapto Adi/ jurnalmedia.com

Komentar

News Feed